Apa Itu Kolektibilitas? Ini Penjelasan dan Kategorinya

Dalam dunia keuangan dan perbankan di Indonesia, istilah kolektibilitas sering muncul sebagai indikator penting yang menggambarkan kesehatan kredit. Kolektibilitas adalah klasifikasi yang digunakan bank untuk menilai kelancaran pembayaran angsuran pokok dan bunga oleh debitur serta tingkat kemungkinan dana tersebut dikembalikan tepat waktu. Istilah ini menjadi dasar dalam menentukan tingkat risiko kredit dan kelayakan pembiayaan bagi nasabah. 

Pengertian Kolektibilitas

Kolektibilitas (bahasa Inggris: collectability) adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan dan niat debitur untuk memenuhi kewajiban kreditnya mulai dari pembayaran cicilan pokok hingga bunga. Sebagai faktor penilaian, lembaga keuangan menggunakan kolektibilitas untuk memetakan tingkat risiko dan menentukan kelayakan kredit calon nasabah.

Baca juga : 10 Alasan Kenapa Pengajuan Kredit Selalu Ditolak

Kategori atau Status Kolektibilitas

Menurut ketentuan lembaga pengawas keuangan di Indonesia, kolektibilitas dibagi ke dalam lima tingkatan utama yang mencerminkan keadaan pembayaran debitur: 

  • Kol-1 (Lancar): Debitur membayar tepat waktu tanpa tunggakan; risiko rendah.
  • Kol-2 (Dalam Perhatian Khusus): Terdapat tunggakan pembayaran antara 1 hingga 90 hari; masih dianggap performa baik meskipun mulai ada sinyal risiko.
  • Kol-3 (Kurang Lancar): Tunggakan antara 91 hingga 120 hari; debitur mulai dinilai kurang lancar.
  • Kol-4 (Diragukan): Tunggakan antara 121 hingga 180 hari; kemampuan bayar mulai diragukan.
  • Kol-5 (Macet): Tunggakan lebih dari 180 hari; debitur dianggap gagal bayar dan risiko tertinggi.

Kategori ini sangat penting karena jika status kolektibilitas seseorang makin buruk, maka peluang memperoleh kredit baru akan menurun dan biaya pembiayaan bisa meningkat.

Mengapa Kolektibilitas Penting?

  • Bagi bank atau lembaga keuangan, kolektibilitas membantu mengevaluasi risiko kredit.
  • Bagi debitur, status kolektibilitas yang baik akan membuka peluang mendapatkan pembiayaan dengan syarat lebih ringan.
  • Sebaliknya, jika kolektibilitas buruk, maka akan berdampak negatif terhadap pengajuan kredit, bahkan bisa masuk daftar hitam sistem keuangan.

Baca juga : Apakah Skor Kredit Anda Berubah Setiap Kali Anda Memeriksanya? Inilah Alasannya!

Kembangkan Wawasan Finansial Anda Bersama CLIK

Dengan memahami pengertian dan kategori di atas, Anda sebagai debitur maupun pelaku usaha bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan kredit agar tetap dalam kondisi yang baik.

Pelajari lebih lanjut tentang layanan CLIK Biro Kredit untuk bisnis Anda: