Memahami Peranan Laporan Kredit di Lingkup Profesional

Perusahaan kerap memanfaatkan laporan kredit dalam proses perekrutan, terutama untuk posisi yang memiliki akses ke keuangan perusahaan secara langsung. Tindakan ini bertujuan untuk memberikan panduan yang jelas bagi para pemberi kerja, memastikan mereka mendapatkan informasi yang memadai untuk  membuat keputusan terbaik saat merekrut kandidat pekerja.

Laporan kredit berfungsi sebagai indikator potensial dari tanggung jawab dan tingkat kepercayaan individu, dengan tujuan untuk mengurangi risiko terkait dengan pelanggaran keuangan. Sebuah laporan dari HR.com dan National Association of Background Screeners (NABS) pada 2018 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sebanyak 95% perusahaan melakukan beberapa pemeriksaan latar belakang terhadap kandidat, dan hampir sepertiga perusahaan memeriksa skor kredit beberapa kandidat. Hal ini dilakukan untuk memahami latar belakang kandidat sebelum mempekerjakan mereka, memastikan bahwa mereka akan bekerja dengan tanggung jawab dan tidak membebani perusahaan dengan urusan utang yang sedang berlangsung.

Utang dapat mempengaruhi kinerja seseorang pada kehidupan pribadi dan profesionalnya. Kandidat dengan beban utang yang berat kemungkinan besar menunjukkan perilaku tidak profesional, seperti berkurangnya fokus dan produktivitas. Lebih buruk lagi jika kandidat memiliki banyak utang yang belum terselesaikan, hal ini dapat menyebabkan perilaku tidak etis seperti penipuan akibat tekanan untuk membayar utang atau saat dihadapkan dengan praktik penagihan utang.

Di Indonesia, praktik seperti ini di kalangan profesional telah memicu perbincangan menarik di media sosial. Pada tahun 2023, lima lulusan baru ditolak pada akhir proses rekrutmen karena skor kredit mereka yang rendah. Perusahaan mendasarkan keputusannya untuk mendiskualifikasi seluruh pelamar lulusan baru ini pada Nilai Kolektibilitas (KOL) mereka yang bernilai 5, seperti diindikasikan oleh sistem SLIK OJK, yang menandakan riwayat kredit yang buruk.

Baca juga: Memahami Manfaat Laporan Kredit dan Skor Kredit

Presiden Direktur PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) Leonardo Lapalorcia menegaskan pentingnya sumber nilai kredit yang andal. Ia menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran akan skor kredit disebabkan oleh jarangnya kebutuhan untuk memanfaatkannya. Namun, ketika kebutuhan tersebut muncul dan skor kredit seseorang tidak menguntungkan, hal ini dapat menimbulkan kesulitan yang cukup besar, misalnya gagal mendapat pekerjaan.

“Kami mengapresiasi upaya perusahaan untuk mempertimbangkan pengecekan laporan kredit pada calon karyawan, namun penting juga untuk mencari laporan dari lembaga dengan layanan komprehensif dan terpercaya seperti biro kredit,” katanya.

Dalam lanskap finansial, skor kredit menunjukkan profil risiko seseorang berdasarkan riwayat transaksi mereka. “Biasanya, skor kredit memberikan wawasan tambahan kepada Bank atau lembaga keuangan lainnya sebelum melanjutkan proses ke persetujuan pinjaman. Namun dalam konteks yang lebih luas, skor kredit juga dapat memberikan analisis terhadap potensi perilaku Debitur, seperti kemampuannya dalam membayar utang. Semakin konsisten seseorang dalam membayar utangnya, maka semakin sehat nilai kreditnya,” tambah Leonardo.

Sebagai salah satu biro kredit swasta terkemuka di Indonesia, CLIK menyediakan skor kredit yang dihasilkan dari kombinasi data konvensional dan alternatif. “Skor kredit dari Biro Kredit Swasta dapat diandalkan karena laporan kami menangkap profil risiko individu yang lebih komprehensif. Lembaga keuangan dapat langsung memperoleh laporannya dari CLIK atau mitra kami, seperti Amalan atau Skorlife. Bagi masyarakat, sangat penting untuk Anda mempraktikkan perilaku belanja yang bijak dan menjaga kesehatan kredit. Dengan demikian, Anda dapat menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa Anda adalah kandidat yang dapat dipercaya,” pungkasnya.

Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana CLIK dapat membantu bisnis Anda sekarang: