Dari Informasi sampai Membuat Keputusan: Bagaimana Bank Dapat Memanfaatkan CLIKBoard untuk Percepatan Penetrasi Kartu Kredit

Penetrasi kartu kredit di Indonesia masih stagnan dan rendah yakni hanya 5%, dibandingkan Thailand yang mencapai 35% dan Malaysia di angka 30%. Dalam beberapa tahun terakhir, Industri Kartu Kredit Indonesia menghadapi tantangan untuk bersaing dalam ranah pembayaran dan pinjaman baru, dimana alternatif produk pembayaran digital seperti QRIS, Pinjaman Online (pinjol), dan Buy-Now-Pay-Later (BNPL) bekerja layaknya kartu kredit dan membuat kesenjangan pinjaman yang besar. Di sisi lain, menurut data PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), kepemilikan kartu kredit di Indonesia mencapai 14,4 juta hingga Maret 2024, tumbuh sebesar 8,3% year-over-year (YoY).

Laporan dari Katadata menyebutkan, QRIS dan BNPL mencapai puncaknya pada tahun 2024. Transaksi QRIS digunakan oleh 48 juta pengguna per Maret 2024, sedangkan BNPL mencatat 13,4 juta pengguna aktif hingga Desember 2023. Terkait kelompok usia pengguna, QRIS dan BNPL lebih populer di kalangan Gen Z dan Milenial, yang juga menjadi target utama pengguna kartu kredit bagi sebagian besar Bank.

 

Bagaimana posisi kartu kredit saat ini?

Meskipun banyak orang memilih metode pembayaran baru, penggunaan kartu kredit dan pertumbuhan piutang masih berlanjut (8 – 15%). Hal ini menawarkan proposisi value yang menarik bagi pengguna kartu kredit yang sudah ada. Dalam hal tingkat bunga, PricewaterhouseCoopers (PwC) melaporkan bahwa pinjaman online memiliki suku bunga tahunan rata-rata 108% dibandingkan dengan kartu kredit dengan suku bunga maksimum sebesar 1,75% per bulan. Kartu kredit juga menawarkan manfaat dan reward bagi pemegang kartu untuk dinikmati dan sebagai pendukung gaya hidup mereka, hal ini menjadi salah satu atribut nilai merek yang kuat dari penerbit kartu kredit yang baik. Namun, nilai merek ini belum banyak membantu penerbit kartu kredit konvensional untuk menarik pengguna baru.

Berdasarkan laporan terbaru CLIKBoard, industri kartu kredit di Indonesia hanya memperoleh 250.000 nasabah baru per bulannya. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pasar yang lebih besar seperti India, yang melaporkan tingkat perolehan nasabah kartu kredit baru mencapai sekitar tiga (3) juta pemohon per bulan.

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) menyadari bahwa persaingan semakin ketat untuk mendapatkan konsumen karena adanya perubahan preferensi dan perilaku konsumen. “Semakin melek teknologi seseorang, semakin banyak pilihan yang dimilikinya atas instrumen untuk transaksi sehari-hari, termasuk saat mereka membutuhkan dana cepat atau untuk membiayai pembelian dalam jumlah besar. BNPL dan pinjaman online menawarkan solusi untuk kebutuhan ini, tetapi dengan konsekuensi suku bunga lebih tinggi,” kata Direktur Komersial CLIK Jan Tjintjelaar.

Karena praktik pembayaran dan peminjaman yang berubah dengan cepat, demikian pula pola perilaku konsumen. Bank Konvensional dan penerbit Kartu Kredit lainnya harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan menerima persaingan. Oleh karena itu, CLIK mengembangkan produk bernama CLIKBoard, dan berkolaborasi dengan AKKI untuk menyediakan solusi guna mendukung pertumbuhan bisnis secara holistik di antara penyedia kartu kredit komersial. Dengan CLIKBoard, bank dapat memperoleh data industri dan pasar terkini, mengidentifikasi tren dan peluang, membuat keputusan yang tepat untuk memvalidasi strategi akuisisi yang ada atau membuat strategi akuisisi baru, mengembangkan kampanye yang menargetkan keterlibatan pelanggan, serta memantau kinerja portofolio.

CLIKBoard memudahkan bank mengakses informasi terstruktur mengenai seluruh industri kartu kredit di Indonesia yang dipadukan dengan analisis data yang komprehensif. Data yang diperoleh dapat menjadi alat tolok ukur yang berharga bagi bank untuk mengidentifikasi tren dan peluang pengguna. Wawasan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas program akuisisi kartu dan membantu bank dalam memantau dan mengelola pola risiko yang muncul dalam portofolio mereka.” tambah Jan Tjintjelaar.

CLIKBoard memiliki berbagai fitur dan skema yang dirancang khusus untuk membantu klien seperti berikut:

  • Akses Data Kredit yang Akurat dan Up-to-date

CLIKBoard memberikan akses langsung ke data kredit seperti tren skor kredit, analisis pasar, dan performa industri kredit secara keseluruhan yang akurat dan terkini. Data ini memungkinkan pelaku industri finansial untuk memantau kondisi pasar dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi terbaru. 

  • Analisis Pasar Kredit yang Mendalam

CLIKBoard tidak hanya menyediakan data, tetapi juga menawarkan analisis pasar kredit yang mendalam. Tim ahli CLIK memproses data secara menyeluruh dan secara berkala memproses data menjadi informasi serta membuat laporan yang mudah dipahami untuk memberi tahu para pelaku industri tentang tren pasar dan peluang pertumbuhan. 

  • Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Perencanaan Strategis

Kemudahan akses dan informasi yang ditawarkan CLIKBoard memungkinkan klien menghemat waktu dan membuat keputusan lebih cepat dan lebih percaya diri. Hal ini berdampak positif pada peningkatan efisiensi operasional dan perencanaan strategis bisnis.

“Pembuatan CLIKBoard sejalan dengan fungsi biro kredit swasta untuk mendorong industri kartu kredit yang aman dan sehat, terutama dengan kedalaman informasi kredit yang dapat diperoleh dari data kami untuk digunakan oleh Bank. Kepada pengguna, kami mendorong fleksibilitas dalam memilih berbagai layanan keuangan berdasarkan kebutuhan spesifik Anda. Pemanfaatan yang seimbang antara kartu kredit dan BNPL penting untuk terciptanya ekosistem keuangan yang sehat di Indonesia,” tutup Jan.

Tingkatkan strategi bisnis Anda dengan informasi pasar kartu kredit sekarang juga. Pelajari lebih lanjut tentang CLIKBoard di: